Minggu, 14 April 2019

Luhut: Gojek Jadi Contoh, Uang Kita Tidak Lari ke Luar Negeri - Tribunnews


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menilai keberhasilan perusahaan aplikasi Gojek mengelola bisnis ride hailing di Indonesia merupakan respons atas kekhawatiran sebagian kalangan selama ini bahwa kehadiran start-up digital unicorn ataupun decacorn seperti Gojek akan membawa pendapatan yang diperolehnya ke luar negeri.


“Dari unicorn menjadi decacorn, Gojek menjadi model di Indonesia dan menjadi model di internasional. Jadi siapa bilang uang kita lari keluar? Tapi sebaliknya, uang (dari luar justru) masuk ke kita,” ujar Menteri Luhut di acara jumpa pers Mitra Juara Gojek 2019 di kawasan Ancol, Jakarta, Kamis (11/4/2019).


Luhut mengatakan, perusahaan aplikasi transportasi online seperti Gojek memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia karena berkontribusi terhadap ekonomi Indonesia senilai Rp 44,2 triliun lebih.


Teknologi super-app yang dikembangkan Gojek juga dinilai berhasil menciptakan lapangan kerja yang banyak. “Katanya teknologi itu bisa membuat susah mencari lapangan kerja. Tapi Gojek membuktikan teknologi ini bisa membuka lapangan kerja,” kata dia. 


Baca: Demam K-Pop, Oreo Ajak Pelanggannya Terbang ke Korea Bertemu Personil Winner


Luhut kemudian mengutip suatu sumber. Dia mengatakan prospek Indonesia sebagai pasar digital diperkirakan akan semakin besar dan akan mencapai US$100 miliar pada tahun 2025.


“Jadi kalau investor mau masuk ke Gojek, itu adalah cerminan stabilitas ekonomi dan stabilitas politik kita. Bagusnya adalah manajemen Gojek itu masih dipegang orang Indonesia. (Jadi) kita yang atur, bukan didikte negara lain,” kata dia.


Baca: Siap-siap Ya, Jadwal KRL Commuter Line Pagi Ini Masih Molor karena Double-double Track


Luhut menyatakan saat ini dan ke depan pemerintah akan terus mendukung munculnya start-up digital baru dan akan memfasilitasi mereka menjadi unicorn baru yang akan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.


Founder dan CEO Gojek Nadiem Makarim mengatakan pihaknya bangga sekaligus bersyukur aplkasi buatan anak bangsa dapat menjadi pemain regional.


Nadiem mengatakan penetrasi Gojek saat ini nomor satu di Indonesia. 


Baca: FOTO-FOTO Lengkap SBY Mencoblos di Singapura Ditemani Rocky Gerung


Mengutip laporan App Annie, “The State of Mobile 2019”, Gojek menjadi aplikasi on-demand di Indonesia dengan monthly active users terbanyak. 


Pengguna aktif aplikasi Gojek secara mingguan atau weekly active users mencapai 1,5 kali lipat lebih banyak dibandingkan kompetitornya di Indonesia.


Keberhasilan ini berbanding lurus dengan pertumbuhan gross transaction value (GTV) Gojek yang berhasil menembus lebih dari 9 miliar dolar AS per akhir tahun 2018 dengan total volume transaksi setahun mencapai 2 miliar.


Hasil survei lembaga independen global Yougov menempatkan Gojek sebagai brand top of mind bagi masyarakat Indonesia.


Sementara, riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) tahun 2018 menyebutkan layanan Go Food menyumbang Rp18 triliun terhadap perekonomian Indonesia tahun 2018.




Read More

Tidak ada komentar:

Posting Komentar