Kamis, 15 Februari 2018

Panduan SPAN PTKIN 2018

Tutorial Pendaftaran SPAN PTKIN 2018



Panduan PDSS 2018 SPAN - PTKIN


DOWNLOAD FILE PANDUAN

[ct_button id="button_66" size="big" solid="0" link="http://www.stainparepare.ac.id/wp-content/uploads/2018/02/Panduan-PDSS.pdf" icon="" arrow="1" color="#" css_animation="" animation_delay=""]DOWNLOAD FILE PDF[/ct_button]


[ct_button id="button_79" size="big" solid="0" link="http://www.stainparepare.ac.id/wp-content/uploads/2018/02/Panduan-PDSS.pptx" icon="" arrow="1" color="#" css_animation="" animation_delay=""]DOWNLOAD FILE PRESENTASI[/ct_button]

 

SEKRETARIAT PMB STAIN PAREPARE

Gedung Persiapan

Kelas Internasional

Jl. Amal Bakti No. 8 Soreang Kota Parepare, Sulawesi Selatan

Lauching & FGD Sosialisasi Pendaftaran PMB-UM PTKIN

STAIN Parepare--- Menjelang penerimaan mahasiswa baru, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare melaksanakan  lauching sekaligus Focus Group Disscussion (FGD)  sosialisasi pendaftaran PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN), Kamis 15 Februari 2018.

[caption id="attachment_7015" align="alignnone" width="300"] (Foto: Menyanyikan Lagu Indonesia Raya)[/caption]

Kegiatan yang berlangsung di lantai 5 gedung Perpustakaan STAIN Parepare dengan dihadiri puluhan peserta utusan dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA sederajat) yang tersebar baik itu di dalam kota maupun dari luar kota Parepare.

Muhammad Djunaidi selaku panitia inti mengatakan pelaksanaan FGD ini dilakukan dalam rangka persiapan sosialisasi secara menyeluruh yang akan dilaksanakan beberapa hari mendatang. “Dalam penerimaan mahasiswa baru ini ada tiga jalur penerimaan yang dilaksanakan oleh STAIN Parepare yaitu jalur SPAN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional), kedua jalur ujian masuk, dan yang ketiga jalur mandiri”, jelasnya.

[caption id="attachment_7011" align="alignnone" width="300"] (Foto: Muhammad Djunaidi, ketua panitia inti menyampaikan laporan)[/caption]

Rencananya, ketiga jalur ini masing-masing telah ditetapkan jumlah presentase atau jumlah mahasiswa yang akan diterima yakni jalur pertama 35%, jalur kedua 40% dan jalur ketiga 25% dengan jumlah keseluruhan mahasiswa yang akan diterima sebanyak 1435 mahasiswa baru. Adanya pembatasan kuota penerimaan mahasiswa dilakukan guna menyinkronkan (penyesuaian) antara jumlah mahasiswa dengan kesediaan SDM (Sumber Daya Manusia) yang meliputi dosen serta kelas perkuliahan. Hal ini dilakukan guna memperoleh hasil yang lebih maksimal.

[caption id="attachment_7014" align="alignnone" width="300"] (Foto: Ahmad Sultra Rustan didampingi Muhammad Djunaidi, Sudirman L dan Zainal Said, Launching Pendaftaran PMB-UM PTKIN)[/caption]

Dalam sambutannya Ahmad Sultra Rustan selaku ketua STAIN Parepare mengungkapkan kepada peserta FGD berbagai kemajuan yang telah diraih oleh STAIN Parepare sekaligus mengungkapkan tugas utama sebuah perguruan tinggi yaitu tridharma perguruan tinggi: pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Di STAIN Parepare ini, untuk memenuhi amanat dalam rangka melaksanakan tridharma perguruan tinggi, maka kami berusaha melaksanakan kegiatan-kegiatan pendidikan yang benar-benar bermanfaat dan berdaya guna bagi masyarakat setelah mereka semua berubah menjadi  alumni”, ungkap Ahmad Sultra Rustan saat memberi sambutan.

[caption id="attachment_7013" align="alignnone" width="300"] (Foto: Peserta FGD Menyaksikan Video Sekilas tentang STAIN Parepare)[/caption]

Selain itu ketua STAIN Parepare juga memberikan informasi tentang berbagai macam program studi baru yang telah dimiliki STAIN Parepare seperti program studi pariwisata syariah yang hanya ada 2 di perguruan tinggi di Indonesia yaitu  universitas negeri Mataram dan STAIN Parepare

Jelang Masuk Semester Genap, Jurusan Dakwah dan Komunikasi Lakukan Pertemuan Akademik

STAIN Parepare--- Puluhan dosen jurusan Dakwah dan Komunikasi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare  laksanakan pertemuan akademik di ruang seminar jurusan Dakwah dan Komunikasi, Rabu 14 Februari 2018.

Dihadiri oleh Ahmad Sultra Rustan ketua STAIN Parepare yang didampingi oleh Muhammad Saleh ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi serta Iskandar sekretaris jurusan.



Ahmad Sultra Rustan menghimbau kepada dosen jurusan Dakwah dan Komunikasi agar tetap disiplin terhadap waktu mengajar. Selain itu ia juga mengajak dosen agar bekerja sama dalam penegakan kode etik dosen khususnyamahasiswa.

Tidak hanya itu, adanya himbauan terkait pembatasan jumlah SKS (Satuan Kredit Semester) dosen dilakukan guna memberi waktu jeda mengajar kepada dosen. “Saya harap teman-teman dosen jangan dibiarkan mengajar melebihi 20 SKS, maksimal 20 SKS saja”, ungkapnya. Hal ini dilakukan guna mengoptimalkan kinerja dosen dalam proses perkuliahan.

Rencananya pembukaan kuliah semester genap akan dilaksanakan pada tanggal 26 Februari mendatang. Nadia salah satu mahasiswa jurusan Dakwah dan Komunikasi mengaku lebih bersemangat dan lebih giat lagi dalam menghadapi semeseter genap ini. "Saya mempersiapkan mental untuk menghadapi semua hal yang baru di semester yang akan datang", ungkapnya saat ditemui di kantor jurusan Dakwah dan Komunikasi.

 

Selasa, 13 Februari 2018

FTC 2018 Jadi Ajang Sosialisasi Kampus

STAIN Parepare---Pembukaan FTC (Festival Tunas Kelapa Competition) yang dilaksanakan oleh Racana’ Albadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare dibuka oleh Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si ketua STAIN Parepare, Senin 12 Februari 2018.

                             

Acara pembukaan yang dilaksanakan di Auditorium STAIN Parepare dihadiri oleh Prof. Dr. H. Abd  Rahim Arsyad, M. A, Dr. Abu Bakar Djuddah, M. Si Wakil ketua III bidang kemahasiswaan dan kerjasama, H.Minhajuddin Ahmad ketua Kwartir cabang kota Parepare, serta  para tamu undangan yang turut hadir. Sebanyak 700 peserta yang yang hadir merupakan siswa SMA Sederajat dan SMP Sederajat lingkup sesulawesi selatan dan sesulawesi barat. Kegiatan FTC ini merupakan FTC yang keenam kalinya dengan mengangkat tema menjalin silaturahmi, semangat berkompetisi dan terampil dalam berkarya.

                  

(Kemah peserta, kegiatan berlangsung 12-17 Februari 2018)


Sapri ketua panitia mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai ajang sosialisasi kampus STAIN Parepare. ”Alhamdulillah dari FTC I, II, III, IV, V, ketua dewan saat ini merupakan alumni FTC”, ungkapnya. Tidak hanya itu, FTC kali ini juga dijadikan sebagai media untuk pemersatu serta meningkatkan keterampilan-ketarampilan bagi generasi muda bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa. H. Minhajuddin Ahmad ketua kwartir cabang kota Parepare mengungkapkan apresiasinya dan merasa bangga. “Kegiatan Racana' Albadi ini kembali memperlihatkan sebagai wujud kepeduliaan, merupakan langkah yang sangat luar biasa”, ungkapnya. Ia juga menambahkan agar trisatya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara Ahmad Sultra Rustan ketua STAIN Parepare berharap agar pramuka yang ada di STAIN Parepare dapat mewujudkan tag linenya yaitu Satu Utuh Ceria Berkarya, “Ini tag line yang luar biasa, bukan hanya diucapkan tetapi juga diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari”, ungkapnya. Selain itu, dalam sambutannya ia juga memperkenalkan berbagai macam program studi yang ada di STAIN Parepare. Hal ini dilakukan dalam rangka menghadapi  penerimaan mahasiswa baru yang dibuka melalui berbagai macam jalur pendaftaran. Tidak hanya itu, ia juga menghimbau kepada peserta agar tetap objektif terhadap apapun hasil lomba yang diikuti dalam kegiatan FTC ini.



[caption id="attachment_6950" align="alignnone" width="429"] (Foto: Pengukuhan Pembina Mahir Tingkat Penegak Pandega, Muh. Jafar, S. Ag., M.A)[/caption]

 

Senin, 12 Februari 2018

Inspiratif: Utari Rustam, Peraih IPK Sempurna 4,00

STAIN Parepare---Rapat senat terbuka dalam rangka wisuda Sarjana dan Magister yang telah dilaksanakan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare pada hari Sabtu 10 Februari 2018, hingga saat ini menyisakan kenangan membahagiakan bagi setiap wisudawan/wisudawati. Khususnya Utari Rustam, peraih IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) sempurna 4,00 di akhir masa pendidikan jenjang strata satunya (S1). Wisudawati tebaik tahun 2018  yang memiliki Nomor Induk Mahasiswa (NIM) 13.1300.004 dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) jurusan Tarbiyah dan Adab STAIN Parepare.

[caption id="attachment_6928" align="alignnone" width="428"] (Foto: Surat Keputusan Ketua STAIN Parepare, Daftar nama wisudawan/wisudawati Terbaik tahun 2018)[/caption]

Berhasil mendapatkan predikat sempurna membuat anak sulung dari pasangan Rustam dan Fatmawati ini tiada hentinya mengucap rasa syukur kepada Allah swt. “Alhamdulillah, saya bersyukur atas pencapaian ini. Saya merasa bahagia karena telah menyelesaikan program strata 1 dengan predikat terbaik”, ungkapnya saat diwawancarai via whatsapp.

Mendapatkan gelar IPK 4,00 tidak lantas membuatnya sombong dan lupa akan tanggungjawab dibalik sebuah penghargaan. “Predikat ini merupakan amanah dari kampus yang menjadi PR (Pekerjaan Rumah) seumur hidup. Bagaimana agar 4,00 ini bukan sekedar menjadi angka tapi bernilai lebih dari itu. Bagaimana agar ilmu dibalik IPK bisa berkah dan membawa manfaat bagi kami dan orang-orang di sekitar terutama masyarakat”, harapnya.



Saat ditanya bagaimana caranya bisa mendapatkan IPK sempurna. Di mana pada setiap mata kuliah mulai semester satu hingga semester delapan berhasil mendapatkan nilai A dari dosen pengajar di kampus. Wanita kelahiran Parepare 1 September 1995 ini mengaku ada 3 tips atas prestasi yang diraihnya. “Senantiasa minta kepada Allah swt 3 hal”, bukanya. Lebih lanjut ia menjelaskan tiga hal itu diantaranya: pertama, berdoa agar diberi kesabaran dan kerajinan. “Banyak hal yang harus terpenuhi , tugas, presentasi, organisasi, hobi dan istirahat. Kalau tidak sabar, banyak yang akan berhenti di tengah jalan”, terangnya.

Menurutnya kesabaran tidak akan berarti jika tidak dibarengi oleh kerajinan, “kerajinan itu akan mendatangkan kepandaian dan gabungan dari kesabaran dan kerajinan akan mendatangkan konsistensi sehingga kita bisa istiqomah terhadap apa yang kita perjuangkan”, jelasnya.

[caption id="attachment_6925" align="aligncenter" width="300"] (Utari Rustam, Sejak 2014 sudah menjadi pengajar di salah satu lembaga kursus yang ada di kota Parepare)[/caption]

Kedua tips selanjutnya adalah berdoa kepada Allah swt agar semua usaha maksimal yang telah dilakukan diberhasilkan. “Jangan ragu untuk minta diberhasilkan. Agar kuliahnya dilancarkan, agar pencapaiannya maksimal, agar hatinya kuat menerima apa yang sudah ditakdirkan. Jika gagal, mohon agar hati dilapangkan, jika berhasil mohon agar hati dihindarkan dari kesombongan”, ungkapnya.

Kemudian tips terakhir adalah meminta keberkahan. “Mintalah agar ilmu yang didapatkan dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk orang-orang di sekitar kita saat ini, besok dan seterusnya”, tutup tipsnya.



Ketika ditanya siapa sosok inspirasi hidupnya? Ia menjawab bahwa sosok inpirasinya adalah kedua orangtuanya. Ayahnya yang bernama Rustam seorang buruh pelabuhan dan ibunya Fatmawati seorang Ibu Rumah Tangga (IRT). “Saya selalu terinspirasi dari nasihat beliau. Beliau bukan lulusan universitas, hanya lulusan SMP sederajat. Namun, beliau sangat menguasai teknik mendidik agar bermental juara”, ungkapnya.

Menurut kedua orangtua Utari Rustam, gelar bukan hal utama tapi mental dibalik gelar itu. “Gelar bisa didapatkan oleh siapa saja yang sudah memenuhi persyaratan, namun mental tidak sesederhana itu , mental adalah kesiapan hati dan fikiran untuk konsekuensi gelar yang kita dapatkan dan gabungan dari kesiapan hati dan fikiran kita adalah kebijaksanaan”, ungkap Utari Rustam sebuah pandangan yang akan senantiasa diingatnya sepanjang hayat. Rencananya Utari Rustam akan melanjutkan pekerjaanya sebagai pengajar di salah satu lembaga kursus yang ada di kota Parepare dan berencana akan melanjutkan ke program magister (S2).


“Untuk rekan-rekan mahasiswa yang sekarang masih berjuang kuliah. Jangan bandingkan pencapaian Anda dengan pencapaian oranglain. Tapi bandingkan pencapaian Anda semester ini dengan pencapaian Anda semester kemarin. Anda harus menjadi lebih baik diri Anda yang kemarin” ~Utari Rustam~

 

 

Sabtu, 10 Februari 2018

Internasionalisasi PTKIN

STAIN Parepare---Antisipasi globalisasi harus disambut perguruan tinggi Islam khususnya 57 perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia termasuk STAIN Parepare.



Harapan ini ditegaskan oleh Dirjen Pendis Kementerian Agama RI dalam pembukaan rapat kerja di STAIN Parepare tanggal 10 Februari 2018. Hal ini disebabkan oleh karena potensi Indonesia sangat ideal menjadi rujukan dunia sebagai pusat studi Islam Dunia. Dengan demikian, Dirjen Pendis mengharapkan agar STAIN Parepare melakukan sinergitas pengembangan internasionalisasi dengan melakukan beberapa hal. Pertama, penerimaan dosen asing, sehingga dapat memperkuat networking akademik dan kelembagaan. Kedua, menerima mahasiswa asing untuk belajar Islam di STAIN Parepare. Ketiga, pembenahan kurikulum dan infrastruktur berstandar internasional, paparya dihadapan peserta rapat kerja STAIN Parepare

.

Internasionalisasi PTKIN

STAIN Parepare---Antisipasi globalisasi harus disambut perguruan tinggi Islam khususnya 57 perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia termasuk STAIN Parepare.